Islamcinta’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Bangunlah Suamiku, Semoga Allah Merahmatimu Juli 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 2:52 pm
Tags:

Dari Abu Hurairah ra, Rasululah saw bersabda:

Hendaklah kalian Qiyamul lail (shalat tahajjud), karena sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hidup sebelum kalian. Ia adalah salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah, penghapus kesalahan dan pencegah terjadinya perbuatan dosa.” (HR Tirmidzi)

Sebagai seorang suami yang teladan, beliau Nabi saw tidak lupa mengingatkan masalah ini pada istri beliau, Aisyah. Tepatnya usai melaksanakan shalat malam dan hendak melaksanakan witir, beliau berkata kepadanya, “Bangunlah dan berwitirlah wahai Aisyah” (HR Muttafaq’Alaih)

Apabila seorang suami bangun pada waktu malam lalu membangunkan istrinya, kemudian keduanya shalat dua rakaat, maka keduanya akan dicatat sebagai laki-laki dan wanita yang banyak mengingat Allah.” (HR Ibnu Majah)

Sebagai teladan bagi muslimah, al-Hitsam bin Hammaz bercerita, “Aku punya istri yang sering tidak tidur di malam hari, aku tidak kuat bersamanya dalam kondisi bangun di malam hari. Bila aku terlihat ngantuk ia menyelaniku dengan air dan selalu memberi isyarat dengan kakinya, sembari berkata, “Apakah engkau tidak malu pada Allah? Sampai engkau terus mendengkur tidur? Demi Allah aku malu atas apa yang engkau perbuat.”

Diceritakan juga, di negeri Yaman ada seorang wanita ahli ibadah, bila menjelang malam ia berkata, “Wahai jiwa, malam ini adalah malammu, maka bangun dan beribadahlah karena bisa jadi tidak ada hari setelah ini bagimu.” Hingga ia pun shaum dan sungguh-sungguh dalam ibadah.

Madrasah Para Muslimah

Bila saja Rasulullah saw telah Allah perintahkan agar bangun di malam hari, bermunajat pada Rabbnya, itu semua agar ia mampu mengemban tugasnya sebagai Rasul, “Sesunggunya Aku akan menurunkan perkataan yang berat.”

Maka demikian pula seorang muslimah, ia pun memiliki kewajiban dan amanah yang erat, seperti berdakwah, mendidik atau lainnya. Terlebih bila sudah berkeluarga hingga sibuk dengan banyak pekerjaan rumah, semenjak dari pagi mempersiapkan segalanya untuk anak dan suami, sampai malam pekerjaan bisa belum selesai. Itu semua merupakan kewajiban rutin yang bisa jadi mengundang masalah, maka pada siapa lagi mengadukan semuanya kalau bukan pada yang Maha Kuasa?

Suatu ketika Ummu Malik mengeluhkan kesulitannya dalam mendidik anak-anaknya, belum lagi ia sebagai pekerja dan kesibukan rumah tangga yang begitu banyak, hingga ia melihat semuanya bak musibah besar dalam hidupnya. Tapi kemudian teman dekatnya memberikan nasihat agar menghidupkan shalat malam, meminta pada Allah agar diperbaiki kondisi keluarganya. Maka ia berkesimpulan, “Banyak orang mengatakan, ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya. Aku menyarankan, agar seorang ibu benar-benar menjadi madrasah bagi anak-anaknya, hendaknya kedudukan ini didukung dengan rajin bangun di malam hari, sehingga madrasahnya menjadi lebih mulia dan bermanfaat bagi diri, keluarga dan suaminya.”

Beliau juga patut dicontoh oleh para muslimah yang sedang menyusui. Dalam ceritanya, “Ketika anakku yang kecil meminta disusui sebelum waktu fajar, itu sama halnya dengan peringatan agar ibunya juga segera bangun shalat malam.”

Lebih Cantik Dengan Tahajjud

Diantara faktor pendorong bagi para muslimah rajin shalat malam, ternyata mereka yang tekun shalat malam akan terlihat wajahnya menjadi lebih cantik, badan sehat, ruhnya juga menjadi lebih jernih. Seseorang bertanya kepada al-Hasan al-Bashri, “Kenapa orang-orang mengerjakan shalat malam itu adalah orang yang paling bagus wajahnya?” dia menjawab, “Karena mereka berkhalwat dengan Rabbnya hingga Allah memberikan cahaya-NYA kepada mereka.”

Seimbangan Tidak Berlebihan

Ketika Nabi SAW masuk ke dalam masjid dan mendapatkan tali terikat di antara dua tiang, beliau bertanya, “Apa ini?” Para sahabat menjawab, “Itu adalah tali milik Zainab untuk mengusir rasa kantuk dari dirinya.” Nabi SAW bersabda, “Lepaskan tali itu. Hendaknya kalian shalat sesuai dengan kemampuan, jika dia lelah maka tidurlah.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Dalah hal ini, juga meski seimbang ketika berhadapan dengan kewajiban lain, apalagi bila hukumnya lebih diberatkan tentu lebih diutamakan, seperti melayani suami di malam hari. Karena bisa jadi seorang istri merasa terkendala untuk shalat malam demi melayani suami. Dan yang terbaik adalah saling membantu agar lebih banyak mentaati perintah Allah SWT dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Maka benar apa yang Rasul sabdakan, “Sungguh, Allah akan merahmati seorang suami yang bangun pada waktu malam lalu shalat, kemudian dia membangunkan istrinya lalu istrinya juga shalat. Jika istrinya enggan untuk bangun, maka ia memerciki wajah istrinya dengan air. Dan sungguh, Allah akan merahmati seorang istri yang bangun pada waktu malam lalu shalat, kemudian ia membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan untuk bangun, maka ia memrciki wajah suaminya dengan air.” (HR. An-Nasa’i)

 

Renungan Hidup Juli 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 2:51 pm
Tags:

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan bukan hari esok yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda, inilah hari Anda.

Umur Anda mungkin tinggal hari ini. Maka anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan Anda dilahirkan hari ini da akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tidak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dan dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian, dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas ibadah yang khusyu, membaca Al Quran yang sarat tadabur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam ahlak, kerelaan dengan yang Allah berikan, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari ini. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari ini. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan. Terimalah rezeki, istri, suami, anak-anak, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari ini dengan penuh keikhlasan. (dikutip dari Dr. ‘Aidh Al Qarni, La Tahzan)

Pasrah

Jika malam kesusahan semakin gelap. Jalan-jalan penyelesaian tampak menggulita. Harapan tercabik, asa terputus dari wajah keselamatan. Tak ada lagi ikhtiar. Semua jauh dari jangkauan. Pasrahkan jiwa hanya pada Yang Maha Kuasa. Yakinlah dari sekelilingmu akan datang celah penyelesaian, yang tak pernah disangka, tak pernah terduga. Dan engkau pun tak pernah memperhitungkannya.

 

Yang Pantas Bersedih Juli 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 2:50 pm
Tags:

Umar bin Abdul Aziz Rohimahullah menangis ketika melihat seorang anaknya pada hari raya dengan pakaian yang usang. Anaknya berkata, “Apa yang membuatmu menangis, ya Amirul Mukminin?”

Umar menjawab, “Putraku, aku takut hatimu bersedih pada hari raya ini. Kamu melihat anak-anak yang lain memakai baju bagus, tetapi kamu memakai baju seperti ini.”

Anaknya berkata, “Ya Amirul Mukminin, yang patut bersedih adalah orang yang tidak memperoleh ridha Allah atau dia durhaka kepada ibu-bapaknya. Dan aku berharap Allah meridhaiku dangan ridhamu.”

Umar menangis. Dia memeluk dan mencium kening anaknya. Dia mendoakannya dengan kebaikan dan keberkahan. Maka dia termasuk orang terkaya sesudah bapaknya.

 

Susah-Sedih-Bingung-Kesepian Juli 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 2:49 pm
Tags:

- Ayah, aku sedang bersedih, bahkan aku dalam keadaan berkesusahan, sehingga aku merasakan kebingungan dan kesepian yang mendalam.
- Anaku, apa yang menyebabkan engkau demikian?
- Ayah, aku merasakan kesedihan-kesusahan-kebingungan dan kesepian yang tiada bersumber, mereka semua mendatangiku padahal aku tidak memiliki masalah untuk semua itu.
- Anaku, kemana kau obati semua itu?
- Ayah, sudah banyak orang yang kudatangi bahkan puluhan dokter dan tabib aku mintakan nasehatnya, tapi semua itu tidak menyelesaikan masalahku.
- Anaku, untuk semua masalahmu itu, manusia tidak akan sanggup menyelesaikannya, engkau menyandarkan permasalahanmu kepada manusia, walau pun memang akan mengurangi rasa penderitaanmu.
- Anaku, ketika kesedihan-kesusahan-kebingungan dan kesepian mendatangimu, hatimu telah kosong. Ibarat jasad membutuhkan makanan, sementara hatimu membutuhkan ilmu.
- Anaku, tiada obat penawar yang dapat menyembuhkan penyakitmu itu, kecuali satu dialah ALLAH swt. Isilah hatimu dengan Asma-Nya, sesungguhnya semua penyakit mu itu bersumber karena kekosongan hatimu dalam mengingat-Nya. Sehingga setan datang kedalam hatimu dan membisikan berbagai penyakit kedalam hatimu hingga engkau merasakan semua itu.
- Anaku, banyak orang merasakan kesedihan-kesusahan-kebingungan dan kesepian, bahkan membunuh dirinya sendiri, karena tidak bersandar kepada ALLAH swt. Padahal mereka tidak sendirian di dunia ini, banyak orang-orang disekelilingnya tapi penyakit itu tetap datang. Jika hal demikian telah datang maka seru lah ALLAH swt, karena engkau tidak sendiri di dunia ini. Jika semua masalah yang ringan atau yang berat tidak dapat kau selesaikan, maka hanya Dia-lah ALLAH yang dapat menyelesaikan. Semua perkara amatlah mudah disisi ALLAH.
- Anaku, seberapa berat pun permasalahanmu hingga engkau tidak bisa berbuat apa-apa atau menghadapi jalan yang buntu. Maka perkara itu amatlah mudah bagi ALLAH. Untuk ukuran manusia terasa berat, tapi untuk ALLAH itu adalah perkara mudah, bukankah semua itu telah ALLAH atur segalanya.
- Anaku, jangan kau biarkan hatimu kosong hingga setan menempatinya. Isilah hatimu dari kekosongan itu, serulah DIA-Allah setiap saat.
- Anaku, ingatlah ….hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tenteram (Q.S.Ar-Rad:38).
Wallahu’alam Bishawab

 

SURAT SAYANG DARI ALLAH Juli 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 2:47 pm
Tags:

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada-KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ……

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja …….
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-KU, tetapi engkau terlalu sibuk……….

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berfikir engkau akan berbicara kepada-KU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.

AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.
Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-KU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya …….

Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menontonTV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU……….

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun nama-KU, kau sebut …… Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do’a, pikiran atau syukur dari hatimu.

Keesokan harinya …… engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberi sedikit waktu untuk menyapa-KU ……..
Tapi yang KU tunggu …….. tak kunjung tiba …… tak juga kau menyapaKU.

Subuh ……..Dzuhur …….Ashyar ……….Magrib ………Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU …..tak ada sepatah kata, tak ada seucap do’a, dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepada-KU……….

Apa salah-KU padamu …… wahai Ummat-KU?????Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU-berikan, harta yang KU-relakan,makanan yang KU-hidangkan, anak-anak yang KU-rahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepada-KU …………!!!!!!!

Percayalah AKU selalu mengasihimu …..dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa-KU …..memohon perlindungan-KU …..bersujud menghadap-KU ……Yang selalu menyertaimu setiap saat ……..

Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang – orang yang kita sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH SWT…… semata.

 

Seperti Rasul-Mu, Jadikanlah Rendah Hatiku Juli 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 2:45 pm
Tags:

Setiap pohon yang tidak berbuah, seperti pohon pinus dan pohon cemara, tumbuh tinggi dan lurus, mengangkat kepalanya ke atas, dan semua cabangnya mengarah ke atas. Sedangkan semua pohonnya yang berbuah menundukkan

kepala mereka, dan cabang-cabang mereka mengembang ke samping.

Rasulullah adalah orang yang paling rendah hati, meskipun dia memiliki segala kebajikan dan keutamaan orang-orang dahulu kala dan orang-orang sekarang, dia seperti sebuah pohon yang berbuah. Menurut sebuah riwayat, beliau bersabda: “Aku diperintahkan untuk menunjukkan perhatian kepada semua manusia, untuk bersikap baik hati kepada mereka. Tidak ada Nabi yang sedemikian diperlakukan dengan sewenang-wenang oleh manusia selain aku.
Kita tahu bahwa beliau dilukai kepalanya, ditanggalkan giginya, lututnya berdarah karena lemparan batu, tubuhnya dilumuri kotoran, rumahnya dilempari kotoran ternak. Beliau di hina, dan di siksa dengan keji. Namun beliau tetap saja berdoa, “Wahai Allah, Tuhan kami, bimbinglah umatku ke jalan yang lurus, sebab mereka tidak mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Ketika Makkah berhasil ditaklukkan, beliau berkata kepada orang-orang yang pernah menyiksanya: “Bagaimanakah menurut kalian, apakah yang akan kulakukan terhadapmu?
Mereka menangis dan berkata: “Engkau adalah saudara yang mulia, putra saudara yang mulia.Nabi SAW bersabda:“Pergilah kalian! Kalian adalah orang-orang yang dibebaskan. Semoga Allah mengampuni kalian(HR. Thabari, Baihaqi, Ibnu Hibban, dan Syafi).

Abu Sufyan bin Harits, sepupu beliau, lari dengan membawa semua anak-anaknya karena pernah menyakiti Rasul SAW, maka Ali bin Abi Thalib ra bertanya kepadanya: Å“Hai Abu Sufyan, hendak pergi kemanakah kamu?Ia menjawab: “Aku akan keluar ke padang sahara. Biarlah aku dan anak-anakku mati karena lapar, haus, dan tidak berpakaian.â€Â� Ali Bertanya: “Mengapa kamu lakukan itu?� Ia menjawab: “Jika Muhammad menangkapku, niscaya dia akan mencincangku dengan pedang menjadi potongan-potongan kecil.Ali berkata: “Kembalilah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya dengan mengakui kenabiannya dan katakanlah kepadanya sebagaimana yang pernah dikatakan oleh saudara-saudara Yusuf kepada Yusuf: “.Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa).(Yusuf: 91).

Abu Sufyan pun kembali kepada Nabi SAW dan berdiri di dekat kepalanya, lalu mengucapkan salam kepada beliau seraya berkata: “Wahai Rasulullah, demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan engkau atas kami dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa).(Yusuf: 91).

Rasulullah SAW pun menengadahkan pandangannya, sedang air matanya membasahi pipinya yang indah hingga membasahi jenggotnya.

Rasulullah menjawab dengan menyitir firman-Nya: Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu. Mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu) dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.(Yusuf: 92).

Wahai sahabatku¦
Di dalam diri Rasulullah terdapat tanda-tanda kebesaran Allah. Aisyah ra mengatakan bahwa Rasulullah ibarat Al Quran yang berjalan. Setiap kata-kata yang keluar begitu menawan hati, melembutkan perasaan dan mengobarkan semangat juang. Segala tingkah lakunya mencerminkan kebaikan; pemaaf, santun, lemah lembut, banyak diam, banyak berpikir dan merenung, halus dalam bertutur kata, dan tegas dalam memegang prinsip kebenaran. “Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.(Al Qalam: 4).

Ya Allah Ya Tuhanku¦.
Aku tertunduk di atas kursi ini, dengan perasaan penuh tak tentu; memohon, mengharap dengan rasa cemas, rindu yang sebenar-benarnya rindu, cinta yang sebenar-benarnya cinta, petunjuk yang sebenar-benarnya petunjuk. Jadikanlah aku hamba yang lemah lembut dalam bertutur kata, santun dalam berpesan, mengiringi ilmu dengan amal, tidak dengki dengan kebahagiaan manusia, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kemunafikan.

Wahai Allah Tuhanku¦
Aku dipekaranganMu, ditanahMu, di rumah yang engkau bina dengan nikmatMu.Seperti Rasul-Mu, jadikanlah aku hamba yang rendah hati.

 

Penyesalan Juli 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 2:44 pm
Tags:

Penyesalan, kesedihan, duhai… jiwa yang terdampar
Di pulau asing dan terjerumus di jurang kelalaian, kemalasan

Berdiri dan tataplah langit
Tengoklah ke sebelah kanan dan kirimu
Apakah yang belum engkau raih

Bukankah selama ini engkau telah mengenyam berjuta-juta nikmat
Oksigen gratis
Cahaya dan panas matahari cuma-cuma
Air yang terus memancar dari dalam perut bumi
Tanpa perlu kau tukar dengan uang sepeserpun juga

Duduklah dan renungkan
Apa yang selama ini kamu lakukan
Beramal dengan ikhlas ataukah hanya sekedar mencari pujian
Pujian dari manusia dan ketenaran di tengah-tengah mereka

Apakah engkau pernah menghitung
Berapa kali engkau terjatuh dalam maksiat
Secara sadar maupun yang kau anggap perkara
Yang biasa dan sepele, toh banyak orang
Yang juga melakukannya

Maha suci Allah !!!
Al Qur’an ada di atas mejamu
Buku-buku agama bertumpuk di sekelilingmu
Alunan suara para qari’ senantiasa terdengar di kanan dan kirimu

Masihkah engkau tak bergeming
Dengan noda-noda hitam di dalam lubuk hatimu
Ranjau-ranjau maksiat itu akan segera membinasakanmu
Sadarilah, apa lagi yang kau tunggu

Apakah kau menunggu malaikat maut
Menjemput dan memaksamu

Saudaraku, singsingkan lengan bajumu
Tataplah masa depan
Berharaplah kepada kemurahan Ar Rahman
Marilah kita kembali tunduk kepada-Nya
Mumpung pintu taubat masih terbuka dan memanggil-manggil
Kita yang penuh salah dan dosa

Rasulullah saja, makhluk termulia
Dalam sehari bertistighfar 100 kali kepada-Nya
Lalu siapakah kita
Apabila dibandingkan dengan seorang manusia
Paling mulia di atas jagad raya
Seperti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam

Akankah taubat itu kita tunda-tunda
Jangan,
sebab semakin kau tunda
Maka penyesalan itu akan berubah menjadi bencana
Siksaan berlipat ganda di dalam neraka
Sampai si durhaka berkata
Duhai, seandainya aku dulu hanya
menjadi sebongkah tanah saja

 

MINUM ARAK PUNCA SEGALA KEJAHATAN Juli 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 2:42 pm
Tags:

Dosa manakah, minum minuman yang memabukkan, berzina atau membunuh. Itulah teka-teki sebagai inti khutbah Khalifah Ustman bin Affan r.a. seperti yang diriwayatkan oleh Az-Zuhriy, dalam khutbah Ustman itu mengingatkan umat agar berhati-hati terhadap minuman khamr atau arak. Sebab minuman yang memabukkan itu sebagai pangkal perbuatan keji dan sumber segala dosa.
Dulu hidup seorang ahli ibadah yang selalu tekun beribadah ke masjid, lanjut khutbah Khalifah Ustman. Suatu hari lelaki yang soleh itu berkenalan dengan seorang wanita cantik.

Kerana sudah terjatuh hati, lelaki itu menurut saja ketika disuruh memilih antara tiga permintaannya, tentang kemaksiatan. Pertama minum khamr, kedua berzina dan ketiga membunuh bayi. Mengira minum arak dosanya lebih kecil daripada dua pilihan lain yang diajukan wanita pujaan itu, lelaki soleh itu lalu memilih minum khamr.
Tetapi apa yang terjadi, dengan minum arak yang memabukkan itu malah dia melanggar dua kejahatan yang lain. Dalam keadaan mabuk dan lupa diri, lelaki itu menzinai pelacur itu dan membunuh bayi di sisinya.

“Kerana itulah hindarilah khamr, kerana minuman itu sebagai biang keladi segala kejahatan dan perbuatan dosa. Ingatlah, iman dengan arak tidak mungkin bersatu dalam tubuh manusia. Salah satu di antaranya harus keluar. Orang yang mabuk mulutnya akan mengeluarkan kata-kata kufur, dan jika menjadi kebiasaan sampai akhir ayatnya, ia akan kekal di neraka.”

 

Lihatlah Juli 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 2:41 pm
Tags:

Kita bangun tidur di waktu subuh dan kemudian membasuh wajah dengan air wudlu yang segar. Sesudah melaksanakan sholat dan berdoa. Cobalah menghadap cermin di dinding. Di sana kita mulai meneliti diri :

1.Lihatlah kepala kita!

Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya?

2. Lihatlah mata kita!

Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?

3. Lihatlah telinga Kita!

Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?

4. Lihatlah hidung Kita!

Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium istri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya?

5. Lihatlah mulut kita!

Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?

6. Lihatlah tangan Kita!

Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama yang kena musibah, mencipta karya-karya yang berguna atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya?

7. Lihatlah kaki Kita!

Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?

8. Lihatlah dada Kita!

Apakah di dalamnya tersimpan perasaan yang lapang,sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?

9. Lihatlah diri kita!

Apakah kita sering tadabur, Tafakur dan selalu bersyukur pada karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?

 

BERINTERAKSI MENURUT ISLAM Juli 12, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 2:40 pm
Tags:

Begitu banyak buku-buku popular mengenai pengembangan diri, seperti karangan Dale Carnegie ‘How to Win Friends & Influence People’ atau John C. Maxwell ‘25 Ways To Win With People’ atau Stephen R. Covey dengan ‘The 7 Habits of Highly Effective People’ atau berbagai terbitan Gramedia lainnya seperti ‘Cara memperingkatkan kemahiran Komunikasi Anda’.

Bagaimana cara ‘hidup lebih baik’ dengan membina hubungan yang baik dengan orang lain di sekitarnya, begitulah ungkapan yang disampaikan. Bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, mengasah kepekaan emosional, bertoleransi, selalu bersikap positif, tips-tips mendapat dan mempengaruhi teman, cara berkomunikasi yang baik, memahami lebih dahulu, dan sebagainya.

Menariknya, Islam sebagai agama yang sempurna, sudah mengajarkan semua itu, dengan Rasulullah SAW sebagai model utamanya. “Innama bu’itstu liutammima makaarimal akhlaq” – “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq”, demikian sabda Rasulullah SAW. Akhlaq dalam seluruh bidang kehidupan. Bagaimana berinteraksi dengan orang tua, dengan sanak keluarga, dengan tetangga, dan seterusnya. Rasulullah SAW mengajar bagaimana cara berinteraksi dengan sesama muslim juga.

Pertama, mencintai muslim lain sebagaimana mencintai dirinya sendiri:
“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampailah dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari & Muslim)

Menyukai apa yang disukai muslim lain sebagaimana dirinya menyukai apa yang dia sukai, dan membenci apa yang dibenci muslim lain sebagaimana dirinya membenci apa yang dia benci:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan baik (sakit) demam dan tidak bisa tidur” (HR. Bukhari & Muslim)

Seorang muslim itu tidak menyakiti muslim lain dengan perbuatan atau perkataan:
“Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya” (HR. Bukhari & Muslim)

Hendaklah bersikap tawaduk kepada setiap muslim dan tidak sombong kepadanya:
“Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku hendaklah kamu tawaduk sehingga tidak ada orang yang membanggakan diri kepada yang lain” (HR. Abu Dawud & Ibnu Maajah)

Tidak menyampaikan berita atau mengadu domba kepada sebahagian yang lain tentang apa yang didengarnya daripada sebahagian yang lain:
“Tidak akan masuk Syurga orang yang suka mengadu domba” (HR. Bukhari & Muslim)

Apabila marah kepada seseorang, maka tidak boleh menghindarinya lebih dari tiga hari:
“Tidak boleh seorang muslim menghindari saudaranya lebih dari tiga hari, keduanya saling bertemu lalu saling berpaling. Sebaik-baik orang di antara keduanya adalah orang yang memulai mengucapkan salam” (HR. Bukhari & Muslim)

Melakukan kebaikan kepada setiap muslim semampunya dengan tidak membezakan antara keluarga dan yang bukan keluarga:
“Abu Hurairah ra berkata bahawa Rasulullah SAW tidak pernah berbicara dengan seseorang melainkan beliau menghadapkan wajahnya ke wajah teman bicaranya lalu Rasulullah SAW tidak akan berpaling dari wajah seseorang sebelum dia selesai berbicara” (HR. Ath-Thabrani)

Tidak masuk ke rumah muslim lain tanpa meminta izin. Jika sampai tiga kali tidak diizinkan, maka harus kembali (pulang):
“Meminta izin itu tiga kali. Yang pertama untuk menarik perhatian tuan rumah, kedua memperbaiki, dan ketiga agar memberi izin atau menolak” (HR. Bukhari & Muslim)

Menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak:
“Tidak termasuk dalam golongan kami orang yang tidak menghormati orang tua dan tidak menyayangi anak kecil” (HR. Bukhari & Abu Dawud)

Selalu memberikan kegembiraan, bermuka manis, dan bersikap lembut kepada semua muslim:
“Tahukah kamu kepada siapa api neraka diharamkan?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Lalu Nabi SAW bersabda, “Kepada orang yang lemah lembut, yang selalu memudahkan, dan selalu dekat (akrab)” (HR. Tirmidzi)

Janganlah berjanji kecuali bermaksud menepatinya:
“Ciri-ciri orang yang munafik itu terbahagi kepada tiga; apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari, dan apabila diberi amanah dia berkhianat” (HR. Bukhari & Muslim)

Bersikap adil dan tidak melakukan sesuatu kepada muslim lain kecuali apa yang ia sukai untuk diperlakukan kepada dirinya sendiri:
“Siapa yang ingin dijauhkan dari api Neraka dan masuk Syurga maka hendaklah dia mati dalam keadaan mengucap bahawa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan hendaklah dia memperlakukan orang lain dengan sesuatu yang disukainya jika dilakukan pada dirinya” (HR. Muslim)

Mendamaikan sesama muslim yang bersengketa jika menemukan jalan (penyelesaian) ke arah itu:
“Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara kamu kerana sesungguhnya Allah akan memperbaiki hubungan di antara orang-orang beriman di Hari Kiamat” (HR. Al-Hakim)

Menutup aib setiap muslim:
“Siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim)

Menghindari tempat-tempat yang boleh mendatangkan fitnah demi untuk menjaga hati orang lain agar tidak berburuk sangka dan juga untuk menjaga lidah mereka agar tidak mengumpat:
Diriwayatkan daripada Anas bin Malik ra bahawasanya Rasulullah SAW berbicara dengan salah seorang isterinya kemudian ada lelaki lalu dipanggil oleh Nabi SAW seraya berkata, “Ya Fulan, ini adalah isteriku Shafiyyah”.

Membantu setiap muslim yang memerlukan pertolongan dan berusaha memenuhi pertolongan saudaranya itu sesuai kemampuannya:
“Sesungguhnya aku diberi dan diminta. Sering diminta kepadaku pertolongan sedangkan kamu ada di sisiku, maka ikutlah memberi bantuan agar kamu diberi pahala dan Allah SWT memutuskan apa yang dicintai-Nya melalui kedua tangan Nabi-Nya” (HR. Bukhari & Muslim)

Mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum berkata kepada muslim lain dan menjabat tangan ketika memberi salam itu:
“Jika salah seorang di antara kamu bertemu dengan saudaranya maka ucapkanlah, Assalamu’alaikum warahmatulLah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi & an-Nasa’i)

“Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabatan tangan melainkan keduanya akan diampunkan (dosanya) sebelum mereka berpisah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi & Ibnu Majah)

Menjaga kehormatan jiwa dan harta saudaranya sesama muslim dari kezaliman orang lain apabila dirinya mampu membela dan menolong serta mampu memperjuangkannya sebab itu merupakan kewajiban baginya:
“Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya maka dia akan terlindung dari api Neraka” (HR. Tirmidzi)

Menjawab ucapan muslim lain yang bersin:
“Seorang muslim yang bersin dijawab jika dia bersin tiga kali dan jika (lebih dari tiga kali) maka itu adalah penyakit flu” (HR. Abu Dawud)

Memberi nasihat kepada setiap muslim dan bersungguh-sungguh ingin selalu memberikan kegembiraan ke dalam hati setiap muslim itu:
“Sesungguhnya salah seorang di antara kamu adalah cermin bagi saudaranya, jika dia melihat sesuatu (pada saudaranya) maka hendaklah dia membersihkannya” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Melawat muslim yang sakit:
“Siapa yang melawat orang sakit bererti dia duduk di taman-taman Syurga, jika dia hendak berdiri, maka ditugaskan tujuh puluh ribu malaikat yang mendoakannya sampai malam hari” (HR. al-Hakim)

Mengiringi jenazah orang muslim:
“Barang siapa yang mengiringi jenazah, maka akan mendapatkan pahala satu qirath. Jika dia berdiri sampai jenazah itu dikubur, maka dia mendapatkan pahala dua qirath” (HR. Bukhari & Muslim)

“Satu qirath seperti (berat/besarnya) bukit Uhud” (HR. Muslim)