Islamcinta’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Nasehat dari Sahabat Juli 16, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — islamcinta @ 1:34 pm
Tags:

“Dik, jangan gegabah seperti itu, fikirkan dulu masak-masak . Sayang jika kau nodai apa yang sudah dengan susah payah kau bangun dan bina selama ini. Bersabarlah, saatnya pasti akan tiba. Saat yang telah diputuskan Allah sejak kau dalam rahim ibumu. Pada hari yang dijanjikan itu, pasti akan bersua jua dirimu dengannya.”

Jodoh itu kan Allah yang mengaturnya. Kau tidak sendiri, dik! Masih banyak saudara-saudaramu yang usianya jauh lebih tua darimu juga belum diperkenankan Allah untuk memikul amanah itu….”

“Adikku sayang, bukan bererti kau tidak boleh mencari sendiri. Tetapi
kecenderungan rasa kita pada seseorang biasanya akan membutakan mata hati kita karena semua yang ada pada si dia akan terlihat begitu indah tanpa cela. Ingat, dik, sesal itu selalu datang diakhir cerita”

“Ya, berusahalah menjadi dermaga yang baik. Dermaga yang baik kan tidak selalunya dengan kriteria yang ideal seperti itu. Perbaiki dermagamu dengan
mempercantikkan akhlak, memperbanyak ibadah, meningkatkan potensi diri, dengan izin Allah pasti akan ada yang berlabuh juga.”

“Memang.. sukar untuk dimengerti. Siapa yang tidak ingin berjodoh dengan wanita pilihan yang mempunyai tujuan hidup sama dengan kita. Wanita sholehah, yang akan menemani suami dan anak-anak ke syurga…Kalaulah pada akhirnya adik berjodoh dengan wanita yang ‘biasa-biasa’ saja, bukan sesuatu yang tidak mustahil kan kalau adik yang justru membimbing dia ke arah sana?”

“Dik, aku amat mengerti kegundahan hatimu, karena aku juga pernah mengalami masa-masa usia krisis sepertimu. Dalam keputus-asaan, aku mencoba mencari si dia dengan cara tersendiri, cari sana sini. Aku dulu pun mempunyai prinsip yang sama denganmu, bertekat akan bimbing si dia menjadi wanita yang sholehah. Mencari-cari waktu agar sering bersama, mengenalkan si dia lebih jauh dengan Islam. Meski tak pernah dijamaah, tetapi itu namanya sudah berdua-duaan, berkhalwat!

Lalu, semua berakhir mengecewakan, si dia tidak seperti yang diharapkan.
Mudahnya berpaling ke laki-laki lain, karena dengan aku banyak yang tak bolehnya. Begitu seterusnya, beberapa bahkan ada yang sudah mempunyai asas keagamaan sebelum berkenalan. Mereka sempat membuat hari-hariku begitu berbunga-bunga, sekaligus menderita! Karena semua bunga itu palsu, dan tidak akan pernah menjadi buah. Aku merasa letih, penat! Ternyata apa yang aku harapkan dengan melanggar takdir itu pun tidak pernah membuahkan hasil. Aku telah menconteng muka sendiri, hina rasanya dimata Allah, dan malu dengan teman-teman seperjuangan. Tetapi Allah Maha Pemurah dan Penyayang, Allah mengirimkan seorang wanita pilihanNya, seorang yang begitu baik

 

Leave a Reply